Selasa, 02 April 2013

Vincente : Kisah “Yesus” Menjadikan Saya Mualaf


Tiga belas tahun yang lalu Vicente Mota Alfaro adalah salah seorang pemeluk Kristen yang taat yang secara rutin mendatangi kelas Minggu dan membaca Injil setiap harinya.
Namun hari ini, dia tidak hanya seorang Muallaf, namun dia adalah Imam Masjid dari Pusat Kebudayaan Islam Valensia (CCIV).
Selain merupakan Muallaf pertama yang dipersilakan mengimami setiap kali sholat berjamaah, dia juga merupakan anggota Dewan Kepengurusan CCIV sejak 2005.
Pemimpin kelompok Muslim Valensia menetapkan Alfaro sebagai Imam besar, dan berterima kasih atas kerja kerasnya.
“Dia pantas kami pilih karena kehebatan pengetahuan agamanya”, kata El-Taher Edda Sekretaris Umum Liga Islam bagian Dialog dan Perdamaian.
Dia meyakini Alfaro telah menyebarkan pesan yang nyata mengenai Muallaf yang bergabung dalam kekuatan Islam.
Beberapa media setempat tidak lama lalu melaporkan adanya peningkatan jumlah Muallaf di Spanyol, tanpa adanya pertentangan dari pihak manapun.
Diperkirakan Muslim Spanyol berjumlah 1.5 juta dari 40 juta penduduk keseluruhan. Islam merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen.
Ketika masyarakat bertanya kepada Alfaro bagaimana dia dapat menjadi seorang Muallaf, dia akan memberikan jawaban yang sederhana.
“Allah telah menjadikan Islam sebagai agama dan hidupku”, katanya mantap.
Saat itu Alfaro berusia 20 tahun dan masih berkuliah ketika dia memutuskan untuk menjadi Muallaf.
“Saya membaca Al-Quran, saya menemukan kebenaran tentang Nabi Isa dan saya putuskan menjadi Muallaf”.

Jumat, 21 September 2012

Jawaban untuk Pendeta Sukirman, Penghujat Nabi & Pemfitnah Habaib


MISIONARIS yang memakai account Pendeta Sukirman Suryanegara di Facebook ini sungguh biadab dan pengecut. Ia berani menghujat Islam habis-habisan, tapi tak berani bersikap ksatria dengan memasang foto asli dalam foto profilnya.  Justru foto Habib Munzir Al-Musawa, pimpinan Majelis Rasulullah yang dicatut dalam foto profil.
Dalam wall-nya (dinding) Pendeta Sukirman Suryanegara melecehkan Rasulullah SAW sebagai pembohong dan penjahat. Lalu dalam profilnya, Pendeta Sukirman memasang kalimat yang memprovokasi pembaca untuk meragukan kenabian Rasulullah Muhammad SAW: “Pertanyakan terus moralitas Muhammad, apakah manusia ini pantas menyandang gelar 'NABI'?”
Kemudian dalam jendela “info” diisi dengan hujatan-hujatan untuk menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW, berikut kutipannya:
“Agama Islam sudah berusia 1400 tahun, sudah bermiliar-miliar jiwa yang masuk neraka karenanya. Maka STOP, hentikan itu sekarang juga, mari kita selamatkan dunia dari kuasa Iblis nabi Muhammad!
Saya heran, bagaimana makhluk yang rusak moral seperti Muhammad bisa jadi nabi? Saya optimis, jika realitas kebusukan dan kebejatan nabi Muhammad dibuka, maka umat Islam akan berbondong-bondong meninggalkan agama Islam!
Banyak orang Kristen yang rela mati demi Kristus, namun banyak Muslim yang murtad gara-gara mie rebus satu dus.”

Kamis, 20 September 2012

Menjawab Blog Bellarminus yang Menuduh Nabi Muhammad Gay


Blog Santo Bellarminus Bekasi yang menamakan diri komunitas Gerakan Membasmi Islam (GMI), memproklamirkan perang terhadap umat Islam dengan title head “Habisi Islam di Indonesia.” Seluruh pesan yang diposting penuh hujatan, makian dan sumpah serapah terhadap Allah SWT, Al-Qur'an, Rasulullah SAW dan syariat Islam.
Dalam postingan pertama berjudul “Habisi Islam di Indonesia!!” Pesan yang diposting hari Rabu, 21 April 2010 pukul 02:05, terang-terangan blog Bellarminus mengejek Islam dengan menyebut Al-Qur'an sebagai kitab kesesatan, Allah sebagai tuhan khayalan, Rasulullah sebagai nabi gila, dan sebagainya.
Anehnya, sebelum memuntahkan penghujatan Islam, penulis blog memulai dengan prosesi doa kristiani. Penulis blog menampilkan logo SMA Bellarminus Bekasi dan foto Yesus berhati Kudus. Tepat di bawah foto Yesus ini, penulis blog berdoa: “Ya Bapa Berikanlah keringanan kami untuk membuat blog ini...”
Di bawah doa dalam nama Yesus tersebut, penulis blog Bellarminus memampang gambar foto kitab suci Al-Qur'an dengan sampul warna hijau yang  dimasukkan ke dalam WC. Foto penghinaan ini diberi komentar biadab sbb:

Jika Yesus Bukan Orang Kristen, Kenapa Misionaris Lakukan Kristenisasi


By: A. Ahmad Hizbullah MAG
MARAKNYA gerakan pengkristenan terhadap umat Islam yang dilakukan oleh para penginjil dengan segala cara, membuat Insan Mokoginta memeras otak. Mantan Katolik China-Manado sebelumnya bernama Wenceslaus Mokoginta ini berpikir keras, mengapa para misionaris yang mengaku sebagai pengikut Yesus itu getol mengkristenkan umat Islam? Apakah Yesus beragama Kristen, dan apakah Yesus mengajarkan Kristen?
Tergelitik dengan pertanyaan sederhana ini, Mokoginta menulis buku “Mustahil Kristen Bisa Menjawab:  Berhadiah Mobil BMW.” Buku berisi sepuluh pertanyaan sayembara teologi ini disediakan masing-masing pertanyaan satu hadiah uang tunai total 100 juta dan sebuah mobil BMW.
Kuis teologi berhadiah ini diawali dengan pertanyaan pertama, “Mana pengakuan Yesus dalam Alkitab (Bibel) bahwa dia beragama Kristen?”

Penginjil Kristen Antek Israel, Tukang Tipu!!


SEORANG penginjil Kristen mengaku bernama Amin Al-Barokah menulis buku misi berjudul Al-Masih Wal-Masihin Fil-Qur’an (76 halaman). Dengan judul dan nama penulis yang  sangat Islami itu, sang penginjil berharap banyak umat Islam yang tergiring akidahnya menjadi pengikut Yesus (Kristen).
Pada halaman 53-72 Amin Al-Barokah menulis kesaksian masuknya ke Kristen dalam judul “Kutemukan Mutiara Di Padang Pasir”. Dikisahkan bahwa ketika SMA, Amin Al-Barokah akrab dengan temannya yang beragama Kristen keturunan Cina. Suatu hari, dia ikut acara ritual Kristen di Bandung. Di tempat inilah dia menemukan jalan baru setelah mendengar ayat Alkitab (Bibel) dari pendeta yang memukau dirinya:
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4: 12).
“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku” (Yohanes 14: 6).
Kedua ayat tersebut oleh Amin Al-Barokah dibandingkan dengan hadits Nabi.

Rabu, 19 September 2012

Menjawab Hujatan Kristen Radikal Bekasi: Tuhan Menyesatkan Manusia?


VOA-ISLAM.COM - Sudah empat puluh hari berlalu sejak 21 April 2010, penulis Blog Santo Bellarminus Bekasi menghina Islam dengan hujatan yang sangat keji dan provokatif, namun polisi belum bisa mengungkap, apalagi menangkap pelakunya.
Salah satu hujatan dalam blog bertitel “Habisi Islam di Indonesia” itu adalah menuduh Kitab Suci Al-Qur'an sebagai kitab sesat dengan ilustrasi foto mushaf Al-Qur'an dimasukkan dalam lobang WC dengan komentar biadab:
“Al-Kooran, sebuah Buku pedoman untuk kesesatan yang biasa di tempatkan oleh orang Islam di tempat yang seperti di gambar di atas. Seluruh tulisan Setan di dalam buku Al-Kooran itu Salah dan jelas sesat!!"
Sayangnya, sang penulis blog tidak menyebutkan ayat Al-Qur'an mana saja yang dimaksud menyesatkan manusia, sehingga menyulitkan para intelektual Islam untuk menjawab hujatan tersebut.
Masih dari kawasan Bekasi, penulis mendapat foto copy majalah Midrash Talmiddim edisi 4 yang diterbitkan oleh Yayasan Kaki Dian Emas, yang beralamat di blok F Kompleks Galaksi, Kelurahan Jaka Mulya, Bekasi Selatan. Majalah bercorak ‘islamologi’ versi Kristen ini dikomandani oleh Pendeta Edhie Sapto Wedha, seorang murtadin asal Pulau Garam Madura.

Heboh! Pendeta Kristen Gelar Kuis 'Trinitas Iblis' Berhadiah 1 Milliar


By: A. AHMAD HIZBULLAH MAG
Waspadalah terhadap buku-buku ‘aneh’ yang menyalahgunakan kitab Al-Qur'an, meskipun di sampul depan dipajang ayat Al-Qur'an. Karena para misionaris sudah biasa memperalat Al-Qur'an sebagai umpan kristenisasi. Salah satu contohnya adalah diktat putih tulisan Abd Yadi (nama samaran?) ini. Pada sampulnya, dikutip khat Arab ayat Al-Qur'an “wattabi’uuni haadzaa shiraatum mustaqiim.” Di bawah ayat ini terpampang foto Yesus dengan pose berdiri menginjak sebuah kitab, dengan latar belakang sinar salib warna kuning.
Ayat “wattabi’uuni haadzaa shiraatum mustaqiim” adalah kutipan dari Al-Qur'an surat Az Zukhruf 61 yang berarti, “ikutilah aku, inilah jalan yang lurus.” Jadi, pesan di sampul buku itu adalah ajakan penginjil agar para pembaca mengikuti Yesus, karena Yesuslah jalan yang lurus.
Dalam diktat ukuran kertas kuarto 73 halaman tersebut, penginjil yang menamakan diri Abd Yadi mengutip puluhan ayat Al-Qur'an yang penafsirannya diselewengkan untuk mengajak pembaca agar beralih menjadi kristiani. Salah satu doktrin yang ditekankan dalam buku tersebut adalah doktrin Trinitas.
Terhadap Al-Qur'an surat Al-Ma’idah 73 yang menyatakan kekafiran doktrin Trinitas, sang misionaris membela diri dengan mengklaim bahwa Trinitas yang diharamkan Al-Qur'an itu tidak sama dengan doktrin Trinitas yang diyakini umat Kristen. Sang penginjil menulis:

Yesus Touchdown Hangus Tersambar Petir, Amerika Rugi 10 Miliar


Yesus Touchdown Hangus Tersambar Petir, Amerika Rugi 10 Miliar

OHIO (voa-islam.com) – Patung Yesus Raja Segala Raja yang menjadi lambang kota Ohio yang berdiri di di depan Gereja Evangelical Solid Rock, tersambar petir hingga hangus terbakar. Fenomena apakah ini?
Patung Yesus Kristus yang tingginya setara gedung berlantai enam itu tersambar petir dan terbakar habis. Bagian yang tersisa hanyalah kerangka baja yang hangus dan sisa-sisa bangunan.
Seperti diberitakan Associated Press, patung “The King of Kings” (Raja Segala Raja) itu merupakan ikon kota Ohio Barat Daya, Amerika Serikat, yang telah berdiri sejak 2004 di depan Gereja Evangelical Solid Rock, sebelah utara Cincinnati.

Teolog Kristen Swedia: Tak Ada Bukti Yesus Mati Disalib


GOTHENBURG (voa-islam.com) - Gunnar Samuelsson, seorang Kristen fanatik dan pakar teologi Swedia menyimpulkan bahwa Yesus tidak mungkin mati disalib karena tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang Romawi menyalib tahanannya pada 2000 tahun yang lalu.
Dalam tesis berjudul “Crucifixion in Antiquity: An Inquiry into the Background of the New Testament Terminology of Crucifixion” (Penyaliban pada Jaman Dahulu: Sebuah Penyelidikan terhadap Latar Belakang Terminologi Penyaliban dalam Perjanjian Baru), Samuelsson menyebut kisah penyaliban Yesus hanya didasarkan pada tradisi gereja Kristen dan ilustrasi artistik, bukan pada teks-teks kuno.
Tesis Samuelsson setebal 400 halaman itu adalah hasil studi penelitian yang saksama terhadap teks asli.
Teolog dari Universitas Gothenburg Swedia ini menyebut Alkitab telah disalahartikan, karena tidak ada referensi atau pernyataan yang  secara eksplisit menyebut penggunaan paku atau untuk penyaliban. Menurutnya, dalam Alkitab hanya tercantum bahwa Yesus membawa “staurus” menuju Kalvari, tapi ini bukan berarti salib tetapi bisa juga berarti ‘tiang’
“Masalahnya adalah deskripsi dari penyaliban tidak ada dalam literatur kuno,” kata Samuelsson dalam sebuah wawancara dengan Daily Telegraph, Sabtu (3/7/2010).
“Sumber-sumber yang Anda harapkan untuk menemukan pemahaman yang sesungguhnya tentang peristiwa itu benar-benar tidak mengatakan pernyataan apapun,” tegasnya.

Misi Licik Salibis: Menipu Umat Islam Lalu Dibaptis


Darah umat Islam Bekasi, Jawa Barat, kembali dibuat mendidih dengan provokasi iman yang dilakukan oleh misionaris radikal Kelompok Mahanaim. Ratusan umat Islam ditipu untuk dibaptis massal di Perumahan Kemang Pratama Regency.
Rabu siang (23/6/2010), sekitar lima ratusan warga Muslim di kawasan Senen, Jakarta Pusat diangkut ke kawasan elit Bekasi menggunakan 14 buah bus mini Kopaja. Mereka dijanjikan rekreasi, jalan-jalan dan renang gratis oleh para koordinator. Ternyata harapan refreshing gratis itu musnah seketika, karena mereka diboyong ke sebuah rumah tingkat berlamat di jalan Komala 2 di blok L nomor 14. Warga yang sebagian besar ibu-ibu dan nenek-nenek berjilbab ini langsung digiring ke kolam renang yang tak seberapa luas. Ternyata rumah berlantai dua ini adalah milik Hendry Leonardi Sutanto, ketua Yayasan Kristen Mahanaim.
Ketika ditanya Syamsul, kepala satpam perumahan elit itu, sang koordinator menjelaskan bahwa mereka akan mengadakan baptis di rumah Hendry. Karena acara yang melibatkan ratusan massa tersebut tak berizin, maka warga setempat bersama para ustadz dan pengurus masjid melakukan penggerebekan ke lokasi baptis massal.

Awas!! Jangan Terkecoh 'Islam Palsu' Buatan Kristen Advent


Awas!! Jangan Terkecoh 'Islam Palsu' Buatan Kristen Advent

Jangan mudah terkecoh, waspadalah terhadap ajaran Islam yang diembel-embeli nama lain, misalnya: Islam Hanif, Islam Jama’ah, Islam Murni, Islam Liberal, Islam Progresif, Islam Liberal, dan sebagainya, karena Islam yang benar dan diridhai Allah SWT adalah “Islam” (tanpa embel-embel apapun) yang mengamalkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Islam aneh-aneh ini adalah ajaran sesat yang tujuannya adalah merusak Islam.
Saat ini, di Bandung marak gerakan pemurtadan (kristenisasi) yang bermuara pada ajaran Islam Hanif yang digagas Robert Walean. Menurut Suryana Nurfatwa, Ketua Gerakan Reformis Islam Jawa Barat (Garis) Jawa Barat, dalam kasus pemurtadan di Garut dan Babakan Ciparay Bandung, semua pelakunya mengaku dari gereja Advent Hari Ketujuh. Modus dan buku-buku yang digunakan sama, yakni menyebarkan diktat yang ditulis oleh Robert Walean.

Selasa, 18 September 2012

Menjawab Hujatan Pendeta terhadap Puasa Ramadhan


PUASA Ramadhan adalah ibadah yang sangat penting dan istimewa, bahkan menjadi salah satu rukun Islam. Maka tak heran jika kalangan Kristen pun menjadikan puasa Ramadhan  sebagai objek untuk melemahkan aqidah. Yayasan misionaris di Jakarta yang memakai nama Islam “Jalan Al-Rahmat,” menerbitkan buku saku (booklet) berjudulApa yang Harus Kita Lakukan Supaya Pasti Selamat tulisan Iskandar Jadeed. Buku ini juga diterbitkan dalam bahasa Sunda berjudul Naon Anu Kudu Dipilampah Ku Sim Kuring Sangkan Salamet oleh yayasan Bewara Kabagjaan Bandung.
Setelah menguraikan panjang-lebar tentang makna keselamatan dan pengampunan, Iskandar menyindir puasa sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tapi sama sekali tidak mendatangkan pengampunan (maghfirah) Ilahi bahkan tidak berarti sama sekali bagi Allah. Iskandar menulis:
“Berpuasa adalah suatu bentuk merendahkan diri yang disertai penyesalan yang mendalam di dalam roh dan jiwa. Meskipun demikian tak mencukupi untuk meniadakan pemberontakan yang pernah dilancarkan terhadap Allah berkenaan dengan dosa-dosa yang pernah dibuatnya. Sebab itu berpuasa tidak melimpahkan suatu pengampunan ke atas orang yang berdosa itu.
Pengalaman menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa dengan tujuan meraih rahmat Allah, pada hakikatnya tidak melakukan sesuatupun pekerjaan bagi Allah atau sesama manusia. Bahkan tidak patut menerima imbalan bagi puasanya.” (hlm. 35).

Pawan Kalyan Akan Jadi Yesus Kristus di Bollywood


Pawan Kalyan Akan Jadi Yesus Kristus di Bollywood

NEW DELHI (voa-islam.com) – Industri film India yang lazim disebut Bollywood, untuk pertama kalinya akan membuat film tentang Yesus. Dalam film yang disutradarai oleh Singeetham Srinivasa Rao ini, aktor Pawan Kalyan yang akan memerankan Yesus Kristus.
Menurut Srinivasa Rao film Yesus yang belum ada judulnya ini berdurasi sekitar 195 menit, termasuk tujuh lagu, dan akan dinarasikan ke dalam empat bahasa berbeda, yaitu Inggris, Telugu, Hindi dan Malayalam. Rao menambahkan, film produksinya ini akan diperankan aktor anak asal India dan menampilkan tujuh lagu rohani tanpa dibarengi tarian khas Bollywood. Kabarnya, aktor Pawan Kalyan yang akan memerankan Yesus Kristus.
Produser Konda Krishnam Raju mengatakan film ini akan fokus kepada kehidupan masa kecil Yesus berbeda dengan film-film tentang Yesus lainnya yang menceritakan kisah kehidupan akhir Yesus. “Film Yesus ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Bollywood,” kata Raju pada konferensi pers, Selasa (31/8/2010).
Dengan biaya 23 juta Euro atau lebih dari US$30 juta (sekitar Rp 270 miliar), film itu diklaim akan menjadi salah satu film India dengan anggaran tertinggi jika dibandingkan dengan biaya film Bollywood yang rata-rata menghabiskan US$500 ribu atau Rp 4,5 miliar.

Mengoreksi Teologi 'Kuli Bangunan' Pendeta Sirait yang Menyerang Al-Quran


SAMPAI saat ini, para teolog Kristen masih disibukkan dengan polemik keabsahan doktrin ketuhanan. Sampai saat ini, para pendeta belum tuntas berapologi tentang oknum dan kodrat Tuhan yang harus mereka ibadahi.
Bulan ini, Pendeta Rudy R Sirait, STh, MA, CE, berusaha membuktikan kebenaran doktrin ketuhanan Yesus dalam iman kristiani. Di majalah Narwastu Pembaruan edisi nomor 79 th 2010, ia menulis artikel berjudul “Penyangkalan Keilahian Yesus Kristus” (hlm. 48-49).
Untuk membuktikan keilahian Yesus, Pendeta Rudy Sirait mengemukakan analogi presiden dan kuli bangunan. Menurutnya, seorang presiden bisa menjadi kuli bangunan kalau dia mau, sedangkan kuli bangunan tidak akan bisa menjadi Presiden meskipun dia mau.
Dengan analogi ini, menurut Pendeta Sirait, kalau mau Allah bisa menjelma menjadi manusia. Tapi sebaliknya, manusia mustahil menjadi Allah meskipun dia mau. Sirait menulis sbb:
“Kalau seorang presiden mau menjadi kuli bangunan, mungkinkah itu dapat terjadi? Mungkin saja, kalau presiden itu mau. Tetapi kuli bangunan menjadi presiden tidak mungkin bisa, walaupun dia mau. Karena Allah berinisiatif untuk menjadi manusia, bisa saja atau mungkin saja itu dapat terjadi. Bahkan bila anda meragukan itu tidak mungkin dapat terjadi, maka anda sedang meragukan kemahakuasaan Allah. Allah menjadi manusia itu mungkin, tetapi manusia menjadi Allah itu tidak mungkin!”
Sekilas, analogi Pendeta Sirait ini memang nampak selaras dengan nas-nas Alkitab (Bibel) yang melukiskan Tuhan memiliki sifat makhluk yang bisa ditangkap dengan pancaindera. Bibel melukiskan Tuhan pernah mengerang, mengah-mengah dan megap-megap seperti perempuan yang melahirkan (Yesaya 42:13-14); Tuhan mengaum seperti singa (Hosea 11:10); Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:10); Tuhan kelihatan punggung-Nya (Keluaran 33:21-23); Tuhan bersiul-siul (Zakharia 10:8); Tuhan bersuit-suit (Yesaya 5:25-26, 7:18).

Rabu, 12 September 2012

Kristenisasi Berkedok Haji: Beredar Buku Manasik Haji Palsu Bergambar Yesus


BENGKULU (voa-islam.com) –Hampir setiap tahun, para misionaris Kristen memanfaatkan momen akbar ‘Ibadah Haji’ umat Islam dengan menggelontorkan misi kristenisasi berkedok manasik haji. Para calon jama’ah haji diserbu dengan buku manasik haji palsu bergambar Yesus.
Jelang musim haji 2012, Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu menemukan buku panduan haji bergambar Yesus Kristus. Gambar tersebut dijumpai saat sejumlah calon haji hendak melakukan manasik.
“Di buku panduan haji ada gambarnya Yesus sedang menggembala domba,” kata Yusrati, salah seorang peserta Manasik, Senin, 10 September 2012. Dia menduga ada unsur kesengajaan gambar tersebut ada di buku panduan haji. “Tidak mungkin gambar ini muncul tiba-tiba,” ujarnya.

Kisruh Pendirian Gereja HKBP: Untuk Apa Gereja Didirikan?


By: Adian Husaini
KASUS penyegelan rumah milik jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Ciketing Bekasi, Jawa Barat yang disalahgunakan menjadi gereja HKBP Pondok Timur Indah, akhirnya berbuntut panjang. Jemaat HKBP tidak terima dengan keputusan pemerintah dan melakukan berbagai aksi demonstratif, yang akhirnya berujung pada insiden bentrokan jemaat HKBP dengan warga Muslim Bekasi. Sebagian kalangan kemudian mengangkat dan membesar-besarkan kasus ini sampai ke dunia internasional, sehingga memberikan citra negatif terhadap Indonesia.
Citra buruk yang tampaknya ingin dibentuk adalah bahwa seolah-olah negeri Muslim terbesar di dunia ini merupakan satu bangsa yang tidak beradab yang tidak menghargai kebebasan beragama; seolah-olah, kaum Kristen di Indonesia merupakan kaum yang tertindas. Sejumlah aktivis Kristen di Indonesia tergolong rajin memanfaatkan momentum kasus-kasus konflik soal pendirian gereja, menjadi komoditi yang berharga untuk membentuk citra buruk bangsa Indonesia, khususnya kaum Muslim.

Maunya HKBP, Kerukunan Atau Kerusuhan?


Maunya HKBP, Kerukunan Atau Kerusuhan?

KONFLIK jemaat gereja ilegal HKBP Mustika Jaya Bekasi dengan warga setempat, melahirkan insiden Ciketing 12 September 2010 dengan tertusuknya jemaat HKBP Hasian Sihombing dan beberapa korban luka warga Muslim. Momen kekisruhan tersebut dimanfaatkan Pendeta Bonar Napitupulu untuk mencabut Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) Nomor 8 dan 9 tahun 2006 tentang Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah.
Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) ini beralasan bahwa PBM  tersebut tidak senapas dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Pendeta Bonar mengatakan hal itu secara khusus kepada pers di Jakarta, Selasa (13/9/2010).

Selasa, 11 September 2012

Aneh!! Umat Kristen Menentang Perda Anti Maksiat, Miras & Pelacuran


Aneh!! Umat Kristen Menentang Perda Anti Maksiat, Miras & Pelacuran

Secara membabi buta, pihak Nasrani menyatakan sikap phobinya terhadap formalisasi Syariat Islam di berbagai daerah. Majalah Spektrum edisi Oktober 2010 menyuarakan alerginya terhadap Syariat Islam dengan headline “Negara Islam Indonesia Tinggal Selangkah Lagi.” Majalah yang mengusung slogan “Media Kristen Pilihan Umat” ini  mengklaim formalisasi Syariat Islam sebagai alat kekuasaan untuk menindas kaum minoritas.
“Formalisasi  syariah Islam dalam bentuk peraturan daerah (perda) dan undang-undang kian menjamur di berbagai belahan bumi Indonesia. Syariah ini nantinya digunakan sebagai alat kekuasaan dan kekuatan untuk mengintervensi kehidupan warganya tanpa mempedulikan hak-hak pemeluk agama lain atau pun keyakinan kaum minoritas.” (hlm. 15).

Alih-alih Cegah AIDS, Paus Halalkan Kondom untuk Pelacur Pria (Gigolo)


Alih-alih Cegah AIDS, Paus Halalkan Kondom untuk Pelacur Pria (Gigolo)

VATICAN CITY (voa-islam.com) — Alih-alih menghindari penyebaran virus HIV AIDS, Paus Benediktus XVI menghalalkan pemakaian kondom bagi kaum gigolo (pelacur pria).
Sikap Paus itu dimuat dalam buku barunya : The Pope, the Church and the Signs of the Times (Cahaya Dunia: Paus, Gereja dan Tanda-tanda Waktu), yang akan diluncurkan Besok Selasa (23/11/2010). Sebagian isi dari buku itu diungkap oleh harian resmi Vatikan, L’Osservatore Romano, Sabtu (20/11) kemarin.
Dalam buku hasil wawancara panjang dengan jurnalis Jerman, Peter Seewald itu, Paus mengatakan pemakaian kondom dibolehkan dalam kondisi tertentu seperti bagi pelacur laki-laki alias gigolo untuk mencegah penyebaran HIV.

Natal di Mata Teolog Kristen: Gereja Tak Mengenal Natal


KELAHIRAN YESUS (SEJARAH TANGGAL HARI RAYA NATAL)
by: Dr. J.L. Ch. Abineno

Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru mulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena Gereja tidak tahu dengan pasti bilamana –pada hari dan tahun berapa– Yesus dilahirkan. Kitab kitab Injil tidak memuat data data tentang hal itu. Dalam Lukas 2 dikatakan, bahwa pada waktu Yesus dilahirkan gembala gembala sedang berada “di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (ayat 8). Itu berarti, bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November.
Klemens dari Alexandria mengejek orang orang yang berusaha menghitung dan menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad abad pertama hidup kerohanian anggota anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahun umumnya –terutama oleh Origenes– dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir: orang orang seperti Firaun dan Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian: orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya.